17 Juli 2026

Layangkan Somasi ke BPJN Aceh: 7 Bulan Jalan Enang-Enang Dibiarkan Rusak, Yasser Ancam Gugat

"Foto Pak Syahrial dan Plt. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Aceh yang menyetop perjuangan rakyat Gayo

kebergenancing.com  Aceh Tengah, Tokoh muda Yasser Arafat secara resmi melayangkan somasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional BPJN Provinsi Aceh. Somasi ini buntut kelambanan pemerintah memulihkan jalan nasional yang rusak akibat bencana hidrometeorologi sejak November 2025 lalu.

Kalau melihat perjuangan Pak Syahrial yang rela menjual harta demi kepentingan umum, saya sebagai rakyat biasa saja merasa malu. Pertanyaannya, apakah Bupati dan DPR juga masih punya rasa malu?” tegas Yaser Arafat, Ketua PSI Kabupaten Aceh Tengah.

Yaser menyebut BPJN Provinsi Aceh sudah melanggar UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Pasal 26 UU tersebut mewajibkan Pemerintah memenuhi hak penyintas bencana, termasuk pemulihan prasarana. 

7 bulan tidak dipulihkan bisa masuk kategori wanprestasi atau tidak menjalankan kewajiban. Rakyat Gayo saat ini sudah berhak menggugat,” ujarnya.

 

Isi Tuntutan Somasi:Dalam somasi yang ditujukan ke Kepala BPJN Aceh, Bupati Bener Meriah, dan Menteri PUPR RI, warga menuntut 3 hal: 

1. Segera membuka kembali akses        Jalan Enang-Enang untuk umum        tanpa syarat.

2. Segera melakukan perbaikan              permanen dan memulihkan                  fungsi jalan maksimal dalam                waktu 14 x 24 jam sejak somasi         diterima.

3. Menghentikan pelarangan                    terhadap kegiatan swadaya                  masyarakat yang bertujuan                  memulihkan akses jalan.

Jalan Enang-Enang merupakan satu-satunya akses vital masyarakat Gayo Tengah dan Bener Meriah. Kerusakan jalan selama 7 bulan telah mengganggu perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan warga.

Ironisnya, saat masyarakat yang diinisiasi Bapak Syahrial melakukan perbaikan secara swadaya, kegiatan positif itu justru dilarang dan jalan ditutup kembali oleh pihak BPJN Aceh.

Pesan kami Lanjutkan terus Pak Syahrial. Tindakan BPJN yang membiarkan kerusakan selama 7 bulan dan melarang swadaya masyarakat merupakan pengabaian kewajiban konstitusional dan berpotensi Perbuatan Melawan Hukum,” pungkas Yaser.

Apabila dalam 14 x 24 jam tidak ada tindakan nyata, masyarakat akan menempuh jalur hukum. Langkah yang disiapkan meliputi Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN dan pengaduan ke Ombudsman RI serta Kementerian PUPR.

Narasumber: Yasser Arafat