kebergenancing.com ,Pada masa jaman purbakala ada seekor gajah yang memiliki tubuh besar insting nya tidak bisa terkalahkan oleh hewan apapun terkecuali seekor Planuk kecil mungil (kancil), namun setrateginya tidak mampu disaingi gajah yang selalu tumbang dalam hal apapun itu. ‎
‎Selanjutnya pada sewaktu ketika seekor planuk ingin menyeberangi sebuah sungai lebarnya bisa disamakan dengan sungai Amazon, namun Planuk mencari akal bagaimana cara melintasi sungai tersebut, Planuk mencari akal dengan memanggil gajah,inilah sebuah perbincangan romantis antara Planuk dan gajah ‎
P‎lanuk "wahai gajah tubuhmu memang besar dan kekuatan mu cukup di akui oleh seluruh hewan didalam dunia ini tapi saya kurang yakin bahwa kamu bisa berdiri tegak didalam sungai ini"
Gajah " wahai Planuk mungil,apa yang kau inginkan dan apa yang ingin kau lihat "
Planuk " kalau memang engkau kuat saya ingin lihat kamu berdiri di sungai tersebut Gajah " jangankan berdiri berjalan sekaligus saya bisa wahai planuk"
Planuk " saya ingin lihat bukti wahai gajah bukan kata
Gajah " baik planuk lihat dan naiklah ke punggung ku
Lalu planuk bergegas naik ke punggung gajah dan gajah pun berjalan menyemberangi sungai tersebut setibanya di sebelah sungai, planuk hanya melirik dan berpesan , planuk " terima kasih wahai gajah saya sudah sampai ketmpat yag saya tuju dan ketka ka tidak bisa menyemberangi sungai ini saya juga tidak bisa wahai gajah, gajah hanya bisa terdiam dan menatap tajam planuk tersebut,tapi apalah daya sudah terjadi tidak bisa di ulangi lagi . ‎
makna nya hanya dengan mengangkat kehebatanmu bisa menjadi petaka pada akhir masa, jangan pernah merasa hebat ketika kepercayaan yang diberikan kepada mu,
P‎enulis : Arafat