kebergenancing.com -Pengerjaan pemasangan keramik di trotoar pusat jalan yang telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, terutama mengenai aspek keselamatan untuk pengendara pengguna jalan.
Pasalnya, proyek tersebut dilakukan tanpa dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan yang memadai, meninggalkan material dan peralatan di badan jalan yang gelap dan berlumpur. ujar Edi Syahputra Lingeâ€
Selajutnya Edi juga menambahkan mengenai potensi bahaya yang mengancam pengguna jalan, berdasarkan pengamatan pada foto-foto dan vidio yang beredar, lokasi pengerjaan berlumpur di musim penghujan, dengan sisa-sisa material konstruksi seperti semen, lumpur, dan pecahan keramik tumpah di badan jalan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sebuah mesin molen atau genset diletakkan tepat di jalur lalu lintas tanpa adanya batas pengaman atau lampu peringatan yang jelas, hal ini sangat berbahaya, Kegatan yang mengambil sebagian bahu jalan semetinya wajib memasang rambu-rambu atau penerangan darurat untuk memberi tahu pengguna jalan, terutama di malam hari," ujar Edi Syahputra Linge.
Edi menegaskan agar rambu garis peringatan segera dipasang, dan semua material sisa pekerjaan dibersihkan dari badan jalan setiap kali pekerjaan dihentikan,terutama pada malam hari.
Selanjutnya setelah di konfirmasi kepada Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tengah, sudah menugaskan pihak terkait untuk memindahkan peralatan dari bahu jalan ke tempat yang lebih aman, dan saat ini sedang dalam proses pembersihan bahu jalan,punkasnya.
Edy Syahputra Linge