kebergenancing.com -Hujan yang terus mengguyur Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak Senin, 24 November 2025, telah menyebabkan bencana alam yang parah. Dua kabupaten di dataran tinggi ini, Aceh Tengah dan Bener Meriah, terisolir akibat kerusakan infrastruktur yang luas.
Jalan Bireuen-Takengon terputus total di banyak titik, dan hampir semua jembatan di jalur tersebut juga rusak parah. Jalan amblas puluhan meter terjadi di banyak titik, terutama di Kecamatan Juli Bireuen.
Banyak mobil terjebak di tempat, dan jembatan serta jalan di daerah Enang-enah juga hancur total. Keresahan warga mulai muncul akibat kualitas kerusakan yang luar biasa. Kebutuhan minyak, gas, dan sembako sudah menipis. Akses internet dan komunikasi sejak Rabu, 26 November 2025, terputus total.
Lampu padam di mana-mana, dan hanya Lingkungan Kantor Bupati dan DPRK Aceh Tengah yang terang. Korban meninggal diperkirakan mencapai puluhan jiwa akibat tertimpa longsor, dan masih ada korban jiwa yang belum ditemukan atau dievakuasi karena medan yang berat.
Di Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, longsor telah menimbun satu rumah keluarga dan tiga orang meninggal. Pemerintah dan BPBD daerah telah mendistribusikan bantuan via kapal bot pada Jumat, 28 November 2025.
Namun, akses jalan masih terputus, dan infrastruktur yang ada diperkirakan rusak parah dan memerlukan waktu lama untuk penanganannya ¹ ² ³.
Info : Idrus Syahputra